Masker Kain Hanya Boleh Digunakan Maksimal 4 Jam

Masker Kain Hanya Boleh Digunakan Maksimal 4 Jam

Masker Kain Hanya Boleh Digunakan Maksimal 4 Jam

Banyak orang yang memilah membuat masker kain sendiri memakai bahan- bahan sisa. Tetapi seberapa efisien masker do it yourself( DIY) ini? Masker kain buatan sendiri bisa jadi nampak lucu, ramah buat planet ini, serta menutupi hidung serta mulut kita, namun apakah mereka betul- betul menawarkan banyak proteksi terhadap virus corona?

Simon Kolstoe, dosen senior di Evidence Based Healthcare di University of Portsmouth, Inggris, berkata masker memanglah kurangi penyebaran virus dengan metode yang mirip dengan menutup mulut Kamu kala batuk.

Simon berkata kalau metode sangat efisien buat menjauhi peradangan virus corona merupakan dengan menjauhi tempat- tempat ramai, jangan memegang wajah Kamu serta mencuci tangan Kamu secara tertib. Namun masker berarti buat melindungi diri dari virus dikala keluar rumah. Cuma saja, terdapat masker yang lebih efisien daripada yang lain. Gimana mengetahuinya?

Pandemi virus corona sudah berlangsung sepanjang lebih dari 6 bulan bila dihitung dari diidentifikasinya permasalahan awal di Wuhan, Cina, akhir Desember silam.

Sampai saat ini, kasus- kasus baru masih terus dilaporkan di beberapa daerah, tidak terkecuali di Indonesia.

Buat mengalami virus yang masih menyebar, pemerintah juga mengendalikan protokol- protokol yang wajib ditaati dalam masa menyesuaikan diri kerutinan baru ini.

Menggunakan masker merupakan salah satu metode buat menjauhi paparan virus di tengah pandemi COVID- 19 yang hingga saat ini belum pula dapat dapat diatasi di banyak negeri. Masker N99 serta N95 memanglah sangat ampuh dalam mencegah paparan virus bersumber pada banyak riset, tetapi gimana dengan masker buatan sendiri?

Amanda Wilson, seseorang kandidat doktor ilmu kesehatan area di Universitas Arizona, Amerika Serikat, melaksanakan riset bersama rekan- rekannya menimpa daya guna pemakaian masker di area terkontaminasi.

Dalam Journal of Hospital Infection mereka menguraikan hasil studinya kalau resiko seorang terpapar virus hendak sangat bergantung pada masker yang dikenakan serta berapa lama dia terletak di area terkontaminasi.

Kala para periset menyamakan mengenakan masker dengan tidak memakai proteksi sepanjang paparan virus 20 menit 30 detik, mereka menciptakan kalau resiko peradangan menurun 24- 94 persen ataupun 44- 99 persen bergantung pada masker serta durasi paparan.

Mereka pula menciptakan pengurangan resiko menyusut kala durasi paparan bertambah.“ Masker N99, yang apalagi lebih efektif dalam menyaring partikel hawa daripada masker N95, jelas ialah salah satu opsi terbaik buat memblokir virus, sebab mereka bisa kurangi resiko rata- rata sebesar 94- 99 persen buat paparan 20- 30 detik,” katanya.

” Namun masker tipe itu dapat susah didapat, serta terdapat pertimbangan etis semacam membiarkan itu ada untuk para handal kedokteran,” kata Wilson, dilansir dari Scitech Daily, Senin 13 Juli 2020.

Tidak hanya N99 serta N95, para periset pula menguji masker dari bahan lain yang di antara lain banyak terbuat sendiri di rumah tangga ataupun industri rumahan. Bagi riset mereka, masker dari bahan semacam sejenis penyaring teh, kain katun- campuran, serta sarung bantal antimikroba merupakan yang terbaik sehabis masker N99 buat proteksi.

Kain selendang, yang kurangi resiko peradangan sebesar 44 persen sehabis 30 detik serta 24 persen sehabis 20 menit, serta kaos katun keefektifannya cuma sedikit lebih baik daripada tidak mengenakan masker sama sekali, mereka menciptakan.” Kami ketahui kalau masker berperan, namun kami mau ketahui seberapa baik serta menyamakan bermacam dampak bahan pada hasil kesehatan,” kata Wilson, yang berspesialisasi dalam evaluasi resiko mikroba kuantitatif.

Salah satu protokol harus dari segala aktivitas di masa menyesuaikan diri kerutinan baru merupakan pemakaian masker kain.

Tadinya, sebagaimana dikenal kalau pemerintah sudah mengimbau warga buat memakai masker dikala beraktifitas di luar rumah, walaupun lagi dalam kondisi sehat sekalipun. Tetapi demikian, terdapat beberapa perihal yang butuh dicermati dalam memakai masker, paling utama buat tipe masker kain yang diajarkan untuk warga.

Syarat pemakaian masker kain Ada pula pemakaian masker kain boleh digunakan oleh warga yang sehat di tempat universal. Hendak namun, butuh pula melindungi jarak nyaman 1 sampai 2 m.

Sedangkan itu, petugas kesehatan tidak dianjurkan memakai masker kain. Karena, masker kain tidak dapat memproteksi dari partikel berdimensi kecil, cuma partikel besar saja.

Buat partikel berdimensi 3 mikron, masker kain cuma sanggup memfiltrasi 10- 60 persen.

Tidak hanya itu, masker kain pula mempunyai tingkatan kebocoran yang besar.

Inilah 2 uji kemanjuran yang direkomendasikannya buat masker kain buatan sendiri.

1. Uji lilin

Simon menganjurkan menyalakan parafin serta memegangnya di depan siapapun yang menggunakan masker. Kemudian, tambahkan jarak buat memandang kekuatan respirasi Kamu. Beda bahan serta jumlah susunan hendak memperlihatkan hasilnya.

“ Desain masker yang buatnya sangat susah buat alihkan nyala parafin bisa jadi hendak membagikan proteksi terbaik buat menghasilkan virus ke depan serta lewat masker.”

2. Uji vape

Terdapat banyak video online yang menampilkan orang- orang menghasilkan uap lewat masker mereka. Uapnya cenderung ditunjukan ke atas kepala mereka, turun ke dada serta di balik mereka- uapnya tidak menyebar semacam bila Kamu tidak menggunakan penutup apa juga. Bila Kamu ataupun seorang yang Kamu tahu memakai vape, amati seberapa jauh uapnya menyebar dikala menggunakan masker Kamu.

Ini hendak menolong Kamu memutuskan tipe desain apa yang sangat baik. memakai tali kuping versus syal, ataupun tipe perlengkapan kelengkapan semacam face shield versus masker wajah.

Leave A Comment